Kenapa Brand Menjadi Top-of-Mind di Industrinya?

Cung yuk, teman-teman Bisnis Owner. Siapa yang baca ini merasa brand-nya masih biasa-biasa aja bahkan belum terlalu terkenal?

Nah, Anda sampai di artikel yang tepat saat ini. 

Dalam persaingan pasar yang semakin sengit, teman-teman Bisnis Owner harus tau tujuan akhir setiap Brand bukanlah hanya sekadar dikenal, melainkan mencapai status Top-of-Mind (Top-of-Mind Awareness – TOMA). 

Status Top-of-Mind terjadi ketika sebuah Brand adalah hal pertama yang terlintas di benak konsumen saat mereka memikirkan suatu kategori produk atau kebutuhan tertentu. Contohnya, saat membutuhkan air mineral, konsumen langsung memikirkan nama Aqua; atau saat mencari layanan taksi online, nama Grab langsung terucap.

Mencapai status TOMA adalah puncak keberhasilan Branding dan Marketing karena ia secara signifikan meningkatkan peluang pembelian dan membenarkan premium pricing

Status ini tidak didapatkan secara kebetulan; ia adalah hasil dari strategi terintegrasi yang melibatkan kualitas, kreativitas, dan pengalaman pelanggan yang konsisten.

Teman-teman Bisnis Owner perlu mempelajari mengapa sebuah Brand dapat menjadi Top-of-Mind di industrinya, dengan penekanan pada peran krusial dari Brand Activation.

Yuk, baca sampai habis ya!

1. Kualitas Produk dan Layanan yang Konsisten

Fondasi yang paling mendasar dari TOMA adalah kualitas produk atau layanan itu sendiri. Sebuah Brand tidak dapat bertahan sebagai Top-of-Mind jika produknya secara konsisten gagal memenuhi ekspektasi.

1.1. Kepercayaan Melalui Konsistensi

Kepercayaan konsumen dibangun melalui janji yang ditepati berulang kali. Kualitas yang konsisten menunjukkan integritas merek bahwa Brand tersebut serius dengan Brand Promise-nya.

Bagi teman-teman Bisnis Owner yang menjalankan UMKM/UKM, konsistensi berarti memastikan setiap produk yang keluar dari dapur, pengiriman, atau platform layanan Anda memiliki standar yang sama, terlepas dari volume penjualan. Inkonsistensi kualitas akan langsung merusak reputasi, bahkan jika Marketing Anda sangat kuat.

1.2. Keunggulan Produk sebagai Pembeda Utama

Produk Top-of-Mind seringkali memiliki keunggulan fungsional yang jelas atau berhasil memecahkan masalah pelanggan dengan cara yang lebih baik. Keunggulan ini membuat Brand tersebut sulit digantikan dan mudah direkomendasikan (word-of-mouth).

Contohnya nih, masyarakat Indonesia terbiasa membeli detergen sabun di toko atau warung dengan nama merek “Rinso”. Masyarakat terlalu melekat dengan nama merek hingga lupa itu bukan nama produk.

2. Strategi Pemasaran yang Kuat dan Kreatif

Setelah pondasi kualitas kokoh, diperlukan Marketing yang cerdas dan kreatif untuk memastikan Brand tersebut selalu hadir dan diingat oleh konsumen.

2.1. Frekuensi Paparan (Repetition)

Teori psikologi menunjukkan bahwa paparan berulang terhadap suatu stimulus (dalam hal ini, merek) meningkatkan familiarity (keakraban) dan likability (kesukaan).

Bagaimana strateginya? Konsisten dan sering hadir di saluran yang tepat (digital, media sosial, fisik). Frekuensi paparan yang tinggi memastikan bahwa Brand tersebut tersimpan di memori jangka panjang konsumen. 

Namun, frekuensi harus dibarengi dengan kualitas, agar tidak dianggap sebagai “sampah” atau gangguan. 

2.2. Kampanye Kreatif yang Mencuri Perhatian

Kampanye Marketing yang kreatif dan unik memiliki daya ingat yang jauh lebih besar daripada iklan yang biasa-biasa saja. Kreativitas membantu Brand menembus “kebisingan” pasar.

Fokus pada experiential marketing atau Brand Activation (yang akan dibahas di poin 4). Kampanye harus meninggalkan kesan yang dalam, seringkali melalui humor, emosi, atau nilai-nilai sosial yang kuat. Brand yang menjadi Top-of-Mind adalah Brand yang berani tampil beda dan mengambil risiko kreatif yang terukur.

Misalnya nih, 10 tahun yang lalu kita familiar dengan nugget kemasan seperti “So Good” atau “Fiesta Chicken Nugget”, iklan di TV begitu massive bahkan generasi millenial sangat kenal dua brand itu.

Namun sekarang, di era digital UGC sosmed dan KOL. Keduanya tidak begitu massive, tapi ada satu brand yang sangat konsisten melakukan promosi di sosial media khususnya Tiktok yaitu Kanzler Nugget

Memanfaatkan KOL reviewer makanan sampai content creator chef maupun model konten UGC dengan cara memasak, menikmati bahkan kepraktisan makan dengan nugget Kanzler, brand ini berhasil masuk dalam deretan brand nugget populer yang banyak dicari konsumen. Hal ini dapat menimbulkan efek domino dalam meningkatkan brand awareness, terutama di kalangan Gen Z yang cenderung memiliki koneksi lebih kuat terhadap konten digital.

2.3. Pesan yang Jelas dan Terpusat

Brand yang Top-of-Mind memiliki kejelasan yang tidak ambigu. Mereka mendominasi satu kategori atau pesan utama di benak konsumen.

Teman-teman Bisnis Owner tentukan satu proposisi nilai kunci (Key Selling Proposition). Jangan mencoba menjual terlalu banyak hal. Jika Brand Anda dikenal karena “kecepatan,” semua pesan Marketing harus menekankan kecepatan. Kejelasan pesan ini mempermudah proses kognitif konsumen untuk menyimpan Brand Anda di kategori yang tepat.

Masih bingung menentukan strategi yang tepat untuk brand Anda? Jangan dipikir sendirian. Ngobrol langsung dengan tim ahli Flaza selama 30 menit gratis dan tanpa komitmen apa pun!

Booking Jadwal Sekarang

3. Identitas Brand yang Unik dan Konsisten

Identitas merek (Brand Identity) adalah bagaimana Brand tersebut memproyeksikan dirinya melalui visual, Brand Voice, dan nilai-nilai. Identitas yang unik adalah prasyarat TOMA.

3.1. Diferensiasi yang Jelas

Brand harus memiliki kepribadian (Brand Personality) yang unik, baik itu berani, bersahabat, mewah, atau funky.

Pastikan Brand Voice, logo, dan skema warna Anda berbeda secara signifikan dari pesaing. Konsumen cenderung lebih mudah mengingat sesuatu yang unik atau kontras.

3.2. Konsistensi di Semua Titik Sentuh (Touchpoints)

Dari kemasan produk, website, hingga seragam karyawan, setiap interaksi harus mencerminkan identitas yang sama.

Konsistensi ini memperkuat asosiasi Brand di benak konsumen, sehingga setiap kali mereka melihat warna, font, atau nada bicara tertentu, mereka langsung teringat pada Brand Anda. Contohnya penerapan branding hingga culture employee yang diterapkan Bank BCA. 

Sumber: Kompas

Identity warna yang digunakan biru tua, hingga filosofi di balik pemilihan warna dan motif pada seragam karyawan juga menjadi bagian dari strategi branding. Selain itu, layanan yang ramah dan efisien, serta membangun citra positif melalui employer branding dan tanggung jawab sosial.

4. Peran Kunci Pengalaman Pelanggan (Customer Experience)

Pengalaman pelanggan yang positif adalah katalisator yang mengubah awareness menjadi Top-of-Mind dan advocacy (rekomendasi).

4.1. Pelayanan Pelanggan yang Profesional

Interaksi layanan pelanggan, terutama saat terjadi masalah, adalah momen kritis. Pengalaman positif yang tidak terduga dapat mengubah pelanggan biasa menjadi penggemar berat (advocate).

Caranya bagaimana?

Terapkan responsivitas yang tinggi dan empati dalam layanan pelanggan. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara cepat dan memuaskan meninggalkan kesan abadi yang berkontribusi pada reputasi Top-of-Mind (word-of-mouth positif).

Misalnya, Aston Hotel memberikan feedback untuk pelanggan. Jika kamar tamu yang baru check-in memiliki kerusakan fasilitas dengan penggantian kamar tanpa basa-basi dan juga reward cake sebagai permintaan maaf.

4.2. Pengalaman Pembelian yang Mulus (Seamless Experience)

Di era digital, pengalaman pembelian harus effortless (tanpa usaha). Dari navigasi website, proses check-out atau kontak whatsapp, hingga kecepatan pengiriman, semuanya harus mulus. Hambatan pada proses ini dapat merusak kesan positif Brand Anda.

Ini banyak diterapkan oleh marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada dan sekarang ini yang sedang viral Tiktok Shop.

Ubah rasa penasaranmu menjadi rencana aksi. Dalam 30 menit, kita akan bedah potensi brand Anda dan temukan solusi terbaik bersama Flaza.

Booking Jadwal Sekarang

5. Peran Krusial Brand Activation dalam Mencapai Top-of-Mind

Bagaimana sih proses menghidupkan Brand melalui interaksi dan pengalaman nyata?

Teman-teman Bisnis Owner bisa memulainya dengan brand aktivasi. Begini penjelasannya;

5.1. Menciptakan Memorable Moments

Brand Activation (melalui event, pop-up store, atau kampanye experiential) memberikan pengalaman visual yang jauh lebih kuat daripada iklan statis.

Pengalaman yang melibatkan emosi, seperti kegembiraan atau rasa terkejut, disimpan dalam memori jangka panjang. Ketika konsumen mengalami Brand secara fisik atau emosional, asosiasi Brand menjadi lebih kuat dan lebih cepat naik ke status Top-of-Mind.

Contoh sekarang ini banyak event-event lari marathon yang digunakan oleh brand-brand besar untuk meningkatkan awareness dalam sebuah event dengan jumlah peserta mencapai ribuan dan bahkan menjadi trending jika yang ikut tokoh terkenal atau influencer.

5.2. Mendorong Word-of-Mouth Organik

Kampanye Brand Activation yang unik dan kreatif secara inheren mendorong pembagian konten di media sosial (shareability).

Efeknya konsumen dengan senang hati memberikan pengalaman mereka (earned media), yang berfungsi sebagai Marketing yang jauh lebih kredibel dan organik dibandingkan iklan berbayar. Word-of-mouth positif inilah yang secara eksponensial meningkatkan TOMA.

Sumber: Financial Review

Sebagai contoh event lari maupun bazar dengan sponsor brand tertentu, melalui acara itu ada hadiah yang diberikan ke peserta yang memicu ketertarikan mereka untuk membagikan ke sosial media sebab acaranya seru, hadiahnya menarik atau yang lain.

5.3. Mengintegrasikan Digital dan Fisik

Strategi Brand Aktivasi modern menggabungkan pengalaman fisik dengan digital, memungkinkan Brand untuk berinteraksi di dunia nyata sambil melacak dan memperluas jangkauan di dunia online. Ini memperkuat TOMA di kedua platform.

Konsultasi untuk Brand yang Mudah Diingat

Mencapai status Top-of-Mind adalah perjalanan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi sempurna dalam kualitas produk, kreativitas pemasaran, dan pengalaman konsumen yang menarik. Semua elemen ini harus bersinergi, didukung oleh Brand Identity yang kuat dan unik.

Bagi teman-teman Bisnis Owner yang ingin memastikan Brand Anda tidak hanya dikenal, tetapi secara otomatis menjadi pilihan utama di benak konsumen, Anda perlu mengkonsultasikan strategi Brand Activation Anda.

Ubah Brand Anda Menjadi Pilihan Utama dengan Flaza Brand

Jika teman-teman Bisnis Owner mencari mitra untuk merancang dan melaksanakan strategi yang efektif, mengubah awareness menjadi Brand Love dan status Top-of-Mind, Flaza Brand hadir sebagai solusi.

Kami berpengalaman dalam Brand Activation yang terstruktur dan terukur. Kami membantu Brand Anda menikmati proses optimasi untuk masuk ke hati dan benak konsumen melalui pengalaman nyata, kreatif, dan memorable

Kami memastikan setiap aktivasi bukan hanya event, melainkan investasi strategis yang menghasilkan Brand Equity dan secara langsung mendorong Brand Anda menjadi Top-of-Mind di industri Anda.

Konsultasikan strategi Brand Activation Anda dengan Flaza Brand hari ini dan mulailah perjalanan menjadi Brand yang tidak terlupakan dengan 30 menit gratis konsultasi dengan tim ahli kami.

Sumber Referensi

  1. Aaker, D. A. (1991). Managing Brand Equity: Capitalizing on the Value of a Brand Name. Free Press. (Dikutip dalam konteks TOMA dan Brand Awareness).
  2. Tiffani Chandrilika Kusuma & Arik Prasetya. Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang. PENERAPAN STRATEGI EMPLOYER BRANDING DAN EMPLOYEE VALUE PROPOSITION UNTUK MENCIPTAKAN EMPLOYEE ENGAGEMENT (Studi Pada PT Bank Central Asia Tbk)
  3. Hollensen, S. (2020). Global Marketing (8th ed.). Pearson Education. (Dikutip dalam konteks kreativitas kampanye).
  4. Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education. (Dikutip dalam konteks kualitas konsisten).
  5. Erwin Permana 1, Benetta Swasti Aditami2 , Muhammad Alfi Ramadhan 3 , Ricky Susanto 4. ANALISIS PENGGUNAAN KOL MARKETING DALAM MENINGKATKAN BRAND AWARENESS PRODUK KANZLER DI KALANGAN GENERASI Z
Share the Post: